Minggu, 25 Maret 2012


MENEMUKAN DALIL PYTHAGORAS DAN MEMBUKTIKAN DALIL PYTHAGORAS


Makalah ini ditujukan
untuk memenuhi mata kuliah”Matematika 3”





Disusun oleh:

BINTI SALASATUL CHALIMAH (210610024)
Dosen pengampu:

KURNIA HIDAYATI , M.Pd

SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI
(STAIN)PONOROGO
2012


BAB 1
PEMBAHASAN

  1. Dalil pythagoras
Dalam matematika, teorema pythagoras adalah suatu keterkaitan dalam geometri euklides antara tiga sisi sebuah segitiga siku-siku .teorema ini dinamakan menurut nama filsuf dan matematikawan yunani abad ke -6SM, Pythagoras. Pythagoras sering dianggap sebagai penemu teorema ini meskipun sebenarnya fakta-fakta teorema ini sudah diketahui oleh matematikawan india (dalam sulbasutra budhayana dan katyayana), yunani, tionghoa dan babilonia jauh sebelum pythagoras lahir. pythagoras mendapat kredit karena ialah yang pertama membuktikan kebenaran universal dari teorema ini melalui pembuktian matematis.

Sebuah segitiga siku-siku adalah segitiga yang mempunyai sebuah sudut siku-siku, kakinya adalah dua sisi yang membentuk sudut siku-siku tersebut, disebut sisi siku-siku. Dan hipotenus adalah sisi ketiga yang berhadapan dengan sudut siku-siku tersebut. teorema pythagoras mengungkapkan hubungan antara dua sisi siku-siku dan hipotenous suatu segitiga siku-siku. Pythagoras menyatakan teorema ini dalam gaya geometris,sebagai pernyataan tentang luas persegi:

Jumlah luas persegi pada kaki sebuah segitiga siku-siku sama dengan luas persegi di hipotenus. dengan menggunakan aljabar, kita dapat memformulasikan ulang teorema tersebut kedalam pernyataan modern dengan mengambil catatan bahwa luas sebuah persegi adalah pangkat dua dari panjang sisinya. Jika sebuah segitiga siku-siku mempunyai sisi-sisi siku-siku dengan panjang a dan b dan hipotenus dengan panjang c,  maka a2+ b2=c2 .
Teoremna ini telah menarik perhatian banyak ilmuwan, sehingga terdapat lebih ratusan cara pembuktiannya.


  1. Pembuktian Dalil Pythagoras
  1. Pembuktian cara 1
Perhatikan persegi berikut, memiliki panjang sisi yang sama, yaitu a+b,
a              b


 
a                                 a


 


                                          b
         Persegi yang pertama di partisi demikian, sehingga terdapat dua persegi dengan panjang sisi dengan masing-masing a dan b, serta empat segitiga siku-siku dengan panjang sisi siku-sikunya a dan b. Persegi kedua di partisi sedemikian sehingga terdapat dua persegi dengan panjang masing-masing a dan b, serta empat segitiga siku-siku dengan panjang siku-sikunya a dan b. karena luas keempat segitiga pada kedua persegi tersebut sama, dapat disimpulkan bahwa
“Jumlah luas dua persegi dengan masing-masing panjang sisinya a dan b akan                                                                                                   sama dengan luas persegi yang panjang sisinya c

Selanjutnya, karena luas persegi dengan panjang sisinya a, b, dan c masing-masing adalah a2, b2,dan c2. pernyataan diatas dapat di nyatakan ulang sebagai
a2+b2=c2
           
  1. Pembuktian cara 2
Digunakan empat segitiga siku-siku yang sama dengan siku-siku a dan b,dan hipotenousnya c. Tiga segitiga terakhir, masing-masing telah diputar 90o,180o,dan 270o.


Masing-masig segitiga ini memiliki luas ab/2, sehingga jumlah luas keempat segitiga diatas adalah 2ab. keempat segitiga ini dapat disusun menjadi persegi berlubang berikut ini.
 
Lubangnya berbentuk persegi dengan panjang sisinya(a-b), sehingga luasnya adalah (a-b), perhatikan bahwa
Luas      besar =luas      kecil – 4 × luas    
               c2   = S × 4. ½ a.t
               c2   = (a-b)2  + 4.1/2 a.b
               c2    = a2-2ab+b2 + 2 a.b
               c2   = a2 + b2
contoh: 
sebuah sigitiga siku-siku mempunyai luas 24 cm2. panjang alasnya 6 cm. Berapa cm panjang sisi miringnya?
Jawab:
L =  ½ a × t
24 cm2= ½ x 6 cm x t
24 cm2 = 3 x t
t= 24 cm2/3
t= 8 cm


 
                                   x=√82+62cm
                                                   =√64+36cm
   8             x                            =√100cm
                                   X=10
               x
6

Jadi tinggi segitiga itu adalah 10cm




BAB II
Kesimpulan

  1. Dalil pythagoras
Dalam matematika, teorema pythagoras adalah suatu keterkaitan dalam geometri euklides antara tiga sisi sebuah segitiga siku-siku . Sebuah segitiga siku-siku adalah segitiga yang mempunyai sebuah sudut siku-siku, kakinya adalah dua sisi yang membentuk sudut siku-siku tersebut, disebut sisi siku-siku. Dan hipotenus adalah sisi ketiga yang berhadapan dengan sudut siku-siku tersebut. teorema pythagoras mengungkapkan hubungan antara dua sisi siku-siku dan hipotenous suatu segitiga siku-siku.

  1. Pembuktian Dalil Pythagoras
a.                   Pembuktian cara 1
Jumlah luas dua persegi dengan masing-masing panjang sisinya a,b dan c akan sama dengan luas persegi yang panjang sisinya c

Digunakan empat segitiga siku-siku yang sama dengan siku-siku a dan b,dan hipotenousnya c. Tiga segitiga terakhir, masing-masing telah diputar 90o,180o,dan 270o.


Masing-masig segitiga ini memiliki luas ab/2, sehingga jumlah luas keempat segitiga diatas adalah 2ab. keempat segitiga ini dapat disusun menjadi persegi berlubang berikut ini.
 
Lubangnya berbentuk persegi dengan panjang sisinya(a-b), sehingga luasnya adalah (a-b), perhatikan bahwa
Luas      besar =luas      kecil – 4    × luas    
               c2      = S × 4. ½ a.t
               c2      = (a-b)2  + 4.1/2 a.b
               c2        = a2-2ab+b2 + 2 a.b
               c2      = a2 + b2




            DAFTAR PUSTAKA

BUKU LAPIS, MATEMATIKA 3.




2 komentar:

  1. Diket : ABCD merupakan trapesium
    AB = 33 cm
    AD = 15 cm
    DC = 25 cm
    Ditanya : BC = … ?
    Jawab : BC =√AD²+(AB-AD)²
    =√15cm²+(33cm-25cm)²
    =√15cm²+8cm²
    =√225cm+64cm
    =√289cm
    = 17 cm
    Jadi panjang BC = 17 cm

    BalasHapus
  2. 1.Tentukan jenis segitiga yang memiliki ukuran 4 m, 10 cm dan 12 cm

    Jawab:
    a=4
    b=10
    c=12

    a+b.....c
    4 2+10 2....12 2
    16 + 100.....144
    116 < 144
    jadi jenis segitiga lancip

    BalasHapus